Popular Post

Popular Posts

Recent post

Showing posts with label Karya Mahasiswa. Show all posts


        Paradigma yang sudah melekat di ranah sebagian masyarakat.
Buat apa kuliah ?, toh sama saja  yang sudah menjadi sarjanapun banyak yang menjadi pengangguran, mending sejak lulus SMK atau sederajat  langsung mencari kerja apalagi kalau baru lulus ada lowongan dan tawaran ngapain nunggu jadi sarjana keburu tua dan gaada yang menerima kerja.
Buat apa kuliah  mending biaya untuk kuliah buat modal usaha dari pada beramal kepada kampus, 1 semester 1,5 jt - puluhan dikali 8 semester bisa buat nyewa ruko + modalnya mas.
       Dan masih banyak pemikiran lain yang menjadi alasan untuk kuliah atau mengkuliahkan.
Kerangka dalam berfikir sejak awal seperti ini, bagai orang yang takut terukah atau menghadapi perihnya hidup yang tanpa di sadari justru semua itu di percepat dan di permanen.
Jika seorang sarjana yang tingkat keilmuannya melebihi  anak SMK sederajat juga masih dapat menjadi pengangguran apalah nasip yang SMK sederajat, lulus SMK sederajat untuk mencari  atau menerima kerja kontrak apalah kata saat kontrak selesai atau umur melewati batas tanpa keahlian, memiliki modal tanpa memiliki dasar ilmu dan jiwa ke-pemimpinan dalam berwira usaha maka tau sendiri hasilnya.
           Kuliah bukan untuk mendapatkan pekerjaan sebagai fokus utama tapi untuk membuat lapangan pekerjaan, sama seperti biaya pelatihan yang mahal di permurah dan di perluas kerangka dalam berfikirnya.
         Jika yang di katakan Deddy Corbuzier bahwa buat apa sekolah atau berpendidikan kalau mau menjadi pekerja ya tinggal trampil, mau jadi polisi atau tentara ya pelatihan dan sebagainya tapi saat kau mau jadi pemimpin dan memper banyak keilmuan baru berpendidikan.
 Dan untuk bekerja yang utama adalah karna kesenangan kalau kita mengerjakan karna terpaksa, tekanan, dan sebagainya yang membuat kamu tidak bahagia hasilnya juga tidak maksimal.
Banyak angak pengangguran dari sarjana karna mereka mengambil kejuruan atau prodi yang tidak sesuai dengan hatinya hingga saat menjadi pekerja tidak jauh dari hal yang tidak di inginkan juga.

Menjadi mahasiswa asik ko

Aja Ngasi Ora Dadi Mahasiswa


"TOLAK BERITA  HOAK"

Bisikan demi bisikan  yang berkata biaya kuliah itu mahal, akibat dari itu banyak sebagian masyarakat ragu bahkan takut untuk berkeinginan agar anaknya dapat kuliah.
           Rasa takut ragu sebelum melangkah membuat sebagian masyarakat terjebak dalam titik kemunduran, seperti sebuah angka NOL dimana setelahnya ada angka positif lainnya dan sebaliknya ada angka negatif lainnya.
Sama halnya tanpa kita mencoba, berusaha semaksimal mungkin dalam melangkah terus kedepan maka kita tidak akan tau dan belajar dari pengalaman.
      Banyak kampus yang memberi keringanan biaya dan melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi, Pemerintah dan Hamba Allah lainnya-pun masih banyak yang memberi bantuan, semua informasi itu tidaakan di dapat  saat kita sudah takut bahkan ragu hingga menutup mata dan telinga. Hal lainnya ada keringanan kelas reguler dan karyawan, membuktikan banyak mahasiswa yang masih bisa bekerja baik paruh waktu atau bekerja hoby (kereativitas,media dan lain sebagainya) pekerjaan tanpa tuntutan penghasilan lebih memungkinkan, dan hal pastinya saat anak kita berprestasi banyak sekolah yang asal yang membantu untuk mendapat pendidikan lebih tinggi bahkan berkemungkinan dapat melanjutkan pendidikan di luar Negri.
        Namun karna sebagian masyarakat terperangkap tradisi ataupun budaya rasa raguan dan takut  hingga berujung hanya  doa dan harapan tanpa usaha bagai meminta hujan uang tanpa bekerja, mengangap Allah atau sang pencipta akan memberi cuma- cuma pada hamba yang tidak berusaha.
Taada halangan untuk kuliah saat kita berani melangkah dan usaha, kita selalu kembali ke titik NOL  negatif atau positif kita yang tentukan.
Kegagalan, kesulitan bukan halangan tapi pembelajaran dari pengalaman.
Tanpa berani mengambil resiko  dengan melangkah maju mana tau masadepan.
-1, -2, -3, 0,1, 2, 3
Butuh saran bukan kritik.. !
Ttd ketua LPM STAI Sufyan Tsauri Majenang
Farez D.H.

GOSIP BIAYA KULIAH MAHAL

Sederhana bukan kekonyolan
Sederhana bukan kebodohan
Sederhana bukan ketololan
Tapi sederhana adalah saat kita tau mana yang hasus kita pilih untuk menyelesaikan masalah kita.

Berfikir sederhana adalah hal yang koyol bagi orang yang berkapasitas keilmuan dan pengetahuan terbatas ini, karna banyak yang terlalu menyederhanakan segala sesuatunya dan tersesat dengan kegagalan karna perbandingan kapasitas yang di milikinya.
        Saat seseorang filsuf atau orang yang kapasitas otaknya lebih dibandingkan sebagian besar orang lainnya  menyelesaikan masalah dengan sederhana dan menjawab sesuatunya dengan mudah karna mereka sudah mempelajari bahkan mendalami masalah tersebut dengan waktu yang lama, dengan banyak dasar yang di padukan dan saat orang seperti saya yang membaca 1 hari tida mampu tamat 1 buku apakah mampu menyederhanakannya itu adalah hal mustahil.
Kesalahan berfikir karna terkadang menganggap kita sudah tau dan berakibat so tau yang ternyata kita tidak mengetahui apapun adalah bumerang bagi kita sendiri.
Seorang Filsuf dapat memahami 100 buku dalam 1 hari jika di banding kita yang baru tau 1 buku ingin menjadjkan masalah seakan sederhana adalah hal yang koyol.
Masalah sekecil apapun pikirkan dengan matang dan teliti karna terkadang kita justru melewatkan hal yang sederhana, kecil, mudah, dan menyepelekannya hingga menjadi masalah besar dan tak terkendali.
      Anggaplah kau orang terbodoh di dunia agar kau terus belajar dan memperhatikan segalahal dari yang kecil hingga yang besar.
 Banyak hal yang tidak kita ketahui tapi mengatakan bahwa kita sudah mengetahui adalah sebuah keputusan dimana kita tau bahwa seberapa bodoh kita hingga ingin orang lain ikut seperti kita dengan membodohi.
Takjarang mudah dalam mengambil keputusan dan berucap tapi tak mudah melakukan dan membuktikan. Sekenario hidup kita yang buat hingga kita berusaha membuat sekenario untuk hidup orang lain.

SEDERHANA MU AKANKAH SAMA DENGANNYA

- Copyright © Mahasiswa Majenang Bersuara - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -